Peringati International Student Day, GMU Gelar Aksi Damai



Gerakan Mahasiswa Universitas Tadulako (GMU) melakukan aksi pemblokiran jalan dalam memperingati Hari Pelajar Internasional dan mendukung mogok nasional yang jatuh pada 17 November 2015 di depan Kampus Universitas Tadulako . Mereka menuntut pendidikan gratis, menolak privatisasi dan menyerukan mogok belajar kepada mahasiswa.



PALU- Gerakan Mahasiswa UNTAD (GMU) mengambil bagian pada peringatan hari pelajar internasional , Selasa (17/11/2015). Peringatan itu dilakukan dengan menggelar aksi boikot jalan masuk di depan kampus Universitas Tadulako.

Fredi Onora menyerukan kepada semua mahasiswa di dunia, khususnya indonesia bahwa transformasi pendidikan yang mengarah kepada kepentingan kapital telah membuat banyak orang tidak dapat mengakses pendidikan” Ujarnya.

Aksi di depan kampus itu menurutnya sekaligus protes atas biaya pendidikan yang begtu mahal. Ia mencontohkan, Untad memberlakukan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang wajib di bayar oleh mahasiswa tiap semester paling murah Rp. 1.600.000, belum termasuk biaya  Praktik Pengenalan Lapangan (PPL) yang nilainya tidak sedikit.

“Ketika hendak menyelesaikan studi akhir, mahasiswa juga harus membayar saat maju proposal dan skripsi, selain itu mahasiswa diwajibkan memberi makanan kepada setiap dosen penguji yang juga menguras biaya ratusan rupiah” Lanjutnya.

“Untad juga tidak pernah memberikan informasi terkait penggunaan anggaran yang di pungut dari mahasiswa. Padahal, hal tersebut sangat penting untuk kami ketahui sebagai bentuk transparansi dana. Ketika hal itu kami pertanyakan ke rektor, jawabannya selalu sama bahwa mahasiswa tidak perlu mengetahui pengelolaan keuangan Untad, Mahasiswa tugasnya hanya kuliah” Ungkapnya Lagi.
Mereka menduga, bahwa banyak penyalahgunaan anggaran yang dilakukan oleh para petinggi Untad karena fakta kongkrit yang dihadapi para mahasiswa dalam perkuliahan adalah minimnya fasilitas belajar seperti Kursi yang tidak cukup, Perpustakaan yang bukunya tidak update, WC dan AC yang sangat kurang dsb.
Dalam aksi ini kami hanya meminta kepada pihak rektor agar transparan dalam pengelolaan anggaran Unversi

Komentar