Setara dengan rasa hormatku yang bisu. Selayaknya rembulan yang malu menatapmu. Ku haturkan salam padamu dan padaNya Sang Agung yang telah mengganugrahkan kehormatan, cinta dan kasihnya padamu.
Telah ku saksikan keindahan sekaligus keanggunan diwajahmu yang tak ku ketahui cara menjelaskannya. Serta mata jiwa yang menebar kesejukan selayaknya embun di pagi hari. Telah ku saksikan pula kemadirian, kecerdasan, keceriaan, yang di selimuti kabut-kabut misterius di sekitarmu yang menimbulkan kesan dingin namun sikapmu yang hangat dan berwarna. Hingga tak ada seorangpun yang bisa menembus kabut hatimu dan mampu bertahan di dalamnya.
Telah ku lihat pula tahun-tahun yang kau habiskan untuk mencari dan melupakan, serta pertanyaan-pertanyaanmu tentang mengapa harus ada pertemuan dan perpisahan, kenapa dan mengapa pertemuan juga perpisahan harus terjadi.
Read More
Read More
Telah kupahami hatimu yang terjebak di antara batas nyata dan impian, batas antara keindahan dan kehancuran, batas antara keteguhan dan keraguan, serta masa lalu dan masa sekarang, yang tak kau izinkan seorangpun mengetahui. Telah ku pahami hatimu yang ingin melihat keindahan dari jiwa yang mencintaimu.
Namun hatimu terlanjur terjebak dalam badai cinta, rindu, kehilangan dan harapan. Hingga Hatimu kau pagari dengan tembok-tembok raksasa nan kokoh di sekitarnya, dan kusadari Allah lah sebagai pelarianmu dari disegala resah Hatimu.
Keindahan, kecerdasan, Kelincahan, wibawa, kelemahan raga serta keperkasaan hati menyatu dalam dirimu. Namun... kurasakan keheningan yang mengawal jiwamu, tersyair dari tumpahan tetes airmata akibat luka kenangan masa lalu yang terhunus penghianatan.
Lukanya terasa sakit bahkan hanya untuk sekedar menerima kenyataan bahwa cinta mencoba menyapa dan merangkul hatimu, sampai tak ada yang mampu menyentuh hatimu yang penuh bahasa kasih. Orang-orang hanya sanggup mencintaimu dalam derai tawa, dalam tangis air mata cemburu yang tertahan, ataupun dalam cinta yang terpendam rahasia.
Tak mampu kujelaskan tentangmu lebih dari itu, karna dalam sukmamu terkandung banyak makna yang tak sanggup ku tuturkan. Di dalam kalbuku hanya tersirat namun tak mampu ku ucap.
Ada ilham tertanam dalam sosok sejati keanggunan seorang wanita di Mahligamu, serta di balik warna-warni dan pesona keindahanmu, kuyakini pastilah kebahagiaan baginya yang mendapatkan tempat terindah di dalam hatimu dan merasakan nikmat cinta kasih darimu.Read More
Serta dibalik sosokmu yang sederhana, walau beriak namun tenang. Sosok yang gagah, anggun nan perkasa. Terselip jutaan luka dan ribuan curiga.
“Hingga adakah yang mampu bertahta di bagian termulia dari hatimu. ?”
Kau adalah penjelasan di luar akalku, memahami sosokmu seperti mengejar sebuah ilusi. Lalu bagaimana jika kau bertanya padaku tentang dirimu.! fahamilah, bagiku kau adalah misteri, Dan misterimu hanya dapat di dekati dan dipahami dengan iman, itulah mengapa tak ada yang dapat menyentuh mahligamu, tanpa iman dalam cinta.
Selayak keindahan warna aurora yang dapat di lihat lalu di jelaskan dengan mata dan pikiran. Selayak itulah sosokmu. Mudah akal menjelaskan keindahan rupamu. Namun, tak banyak orang melihat dan mengetahui keindahan di balik itu. Selalu Ada pemaknaan yang lebih dalam di balik anngunnya wibawamu.
Dan Seperti halnya cahaya indah berwarna-warni yang kau kagumi di langit, wajahmu hadir dalam setiap mimpi yang mengagumimu seraya membuat angkasa malam penuh dengan kabut dan tidak akan cerah kala tak memandang keanggunanmu.
Kadang kehadiran wajahmu dapat hadir lebih lama di sepanjang malam hingga subuh menjelang, Sementara itu, tidak seorangpun bisa semalaman membeku berada di bawah terpaan dinginnya misteri yang menyelimutimu. Hanya untuk menunggu kesempatan untuk sekedar menatapmu dari titik gelap. Laksana seseorang yang rela berdiri di atas terpaan salju demi melihat binar warna keanggunan sang aurora. Namun ketika ia mendapati warna-warni dilangit yang entah datang dan berakhirnya dimana, maka seketika dingin yang menusuk itu lenyap tergantikan bias kekaguman pada cipta Sang Maha Agung.Read More
Selayak itulah kerelaan demi mencapai hatimu, tempat dimana ada rasa damai dan bahagia, sungguh suatu kehormatan memiliki tempat terindah dalam hatimu, tempat dimana ada rasa damai dan bahagia hingga seluruh rasa beriak tak reda di setiap sepi akan kerinduan, tempat dimana doa-doa Dan sapa berjuntai, tempat ruh dari cinta kasih bersahut penuh tulus.
Inginku tanyakan satuhal padamu !
“Pernahkah engkau bertanya tentang Cinta. ?”
“Siapa dia…?“
Bagiku kehadirannya akan selalu dengan Tanya. Dan bukan ketika mata mampu menatapnya lebih tajam, atau bibir mampu mengucap kata kasih. Namun ketika senyuman selalu tersikap dalam sebuah lamunan padanya.
“Apakah ia sebentuk makhluk sepertimu ?”
Entahlah,,, tapi keinginanku mengatakan ia adalah engkau. !
Read More
Read More
“Lalu Tahukah kau kemana cinta pertama itu pergi ?”
bagiku ia hanya pergi ke tempat dimana mimpi di ciptakan dan harapan ditempa, seraya menunggu seseorang yang dapat membangkitkan cinta itu kembali.
“saat cinta itu terlanjur tersakiti, kapan dia akan hadir kembali ?”
Bagiku ia hadir bukan dari mata, melainkan dari pesona sebuah kerinduan, kepsarahan jiwa dan keikhlasan hati. Seperti halnya rindu yang dititipkan awan pada hujan. Atau keikhlasan sang bunga yang rela memberi madunya pada kumbang.
Ketika tiba saatnya kau tersadar dan mulai belajar menerima kembali, maka mampukah kau ucapkan terimakasih padanya yang telah memberikan luka sebagai pelajaran berharga.?
Dan jika Allah menghadiahkan surga bagi ia yang mencintainya, Mampukah kau menghadiahkan cinta baginya yang mencintaimu dengan semua kasih dan kehormatannya ?
Seraya dengan keindahan langit warna-warni yang kau kagumi, di antara segala keindahan dan misteri yang menyelimutimu. Diatas segala kemuliaan bulan di atas bintang-bintang dimalam hari. Serta bersama nada rindu yang di nyanyikan angin malam pada langit yang bermanndikan cahaya sang aurora.
Bersama itu jua ku akui kesalahanku karna berani mencintimu sebelum MencintaiNya.
Mungkin aku tak memiliki cinta yang sempurna, Hanya sebatas hati yang ingin mencurahkan rasa padamu, karna mencintaimu adalah keindahan dilangit hatiku. Dan dicintaimu adalah kesempurnaan kebahaiaan hatiku.
Selaksa bunga mencintai keharuman, seperti hujan mencintai tetesan airnya, seperti bulan mencintai malamnya, seperti matahari mencintai cahayanya. Aku jatuh cinta padamu tanpa syarat dan perasaan ini tak bisa ditarik kembali.
Dan andai Allah telah memilihkan dirimu untukku, aku ridho akan terus bersamamu dan berada pada agamamu.
Maka sekiranya berikanlah sebuah perlambangan cinta yang ku yakini kebenarannya, Selayaknya nama-nama indah yang di berikan Nabi pada istri-istrinya. Maka sekiranya izinkalah kupanjatkan doaku padamu di setiap sujudku, sesaat sebelum matahari muncul dan embun pagi mulai turun dari samudra langit. Hingga tiba saatnya sajadah tergelar dan kau izinkan aku mengimami shalatmu.
Serta di balik segala penghormatanku padamu dan di antara perbedaan-perbedaan yang kita miliki.
Keinginnanku sederhana,,, ialah memandanggi wajah polos dimana terbesit senyuman yang hening dan hanya untukku. Seperti seseorang yang hanyut dalam lamunan karna teringat cinta yang pertama kali menyentuh hatinya. Hingga kenangannya mengubah perasaan di relung hati, bahkan dengan segala kepahitan misterinya. Juga untuk sekedar memiliki alasan untuk melarangmu karna takut sesuatu terjadi padamu. Selayaknya raut wajah khawatir ayah yang takut kehilangan anaknya.
Ku ingin kau fahami bahwa saat ini ada Cinta yang ingin merangkul sayap-sayap hatimu, walau di sela-selanya kau selipkan pedang-pedang tajam. Ku ingin kau fahami bahwa kau mewakili setiap senyuman terindah dari semua nama yang pernah hadir dalam hidupku.
Kuingin kau percaya bahwasanya Ada satu hal yang lebih agung dan murni di banding yang diutarakan oleh bibir, sebaitnya hanya tersebesit namun berbekas. Yaitu sesuatu yang di utarakan oleh hati. Keindahan jiwamu adalah sebuah kebenaran yang hanya bisa dipahami dengan cinta dan kasih. Dan hanya bisa disentuh dengan kehormatan, dan jika ku coba melukiskan sosokmu maka akan menghilang laksana embun terbias sinar fajar.
Embun di pagi hari adalah kesukaanku, dan ku tak ingin ada pagi tanpa embun, selaras itulah kekinginanku padamu. Seperti rasa yang pernah kau berikan padanya sebelum kau membencinya, Lalu seperti keindahan langit aurora, yang menjadikan bulan malu akan keindahan yang lebih indah darinya.
Juga seperti tiupan angin di subuh hari, walau membawa kabut dingin yang mencekam, namun seperti terbesit lantunan yang lebih manis di banding madu.
Maka sebelum semuanya. Jangan tenyakan mengapa teruntai kata-demi-kata untukmu, karna samudra langit dan angin rimba membujukku waktu itu. Mereka membujukku dengan memberi keheningan dalam malam. Hanya untuk menuliskan seseorang yang bahkan aku ragu ia ingin membukakan pintunya padaku.
Pahamilah. Jika kau bersembunyi dalam hatimu maka tidak sulit menemukanmu, namun hatimu bersembunyi dalam tembok besarmu yang tersembunyi dalam kabut. Maka siapapun tak akan menemukanmu, bahkan gita cinta terindahpun takkan mampu kau dengarkan.
Maka apa yang dapat menghancurkan tembok itu, sedang kau terus mengkokohkannya dengan kenangan masa lalumu.
Dan selalu,,,
“Selalu ada yang tertinggal di dasar hati yang paling dalam”
“namun akan ada yang datang dan tak pernah pergi”
Dan semuanya tetap kembali pada pilihanmu,
“menetap untuk ribuan kenangan . . . ”
“Atau melangkah dengan sebuah harapan . . . “
-Paras aurora-
Komentar