After The Rain

            Baru sebulan aku menjalin cinta bersama Andre, tapi semua itu telah meninggalkan sakit yang teramat dalam dihatiku dan masih membekas sampai saat ini. Awalnya aku mengenal Andre dari salah seorang sahabatku.Waktu itu aku pergi ke took buku bersama Lala, sahabatku. Saat itulah aku bertemu dengannya, ternyata dia seniornya sahabatku Lala. Kemudian kami berkenalan dan dia meminta nomor handphoneku. Saat itu pula aku mulai mengenal Andre lebih jauh hingga akhirnya dia mengajakku pergi ke café.
Baca Selengkapnya
 Aku menunggu di café yang telah kami sepakati, saat itu aku memakai baju berwarna biru senada dengan jeans yang ku pakai Selang beberapa menit Andre pun dating menghampiriku. Pada saat itu kami berbincang-bincang sampai lupa akan waktu. Andre adalah pria yang penuh perhatian dan kasih sayang terlebih ia cukup tampan. Aku pun mulai menghabiskan waktu dengannya, ternyata Andre telah menyimpan perasaan terhadapku waktu pertama kali kami bertemu. Andre pun semakin memberikan perhatian lebih kepadaku, namun aku tak tahu kalau itu dilakukannya agar aku tahu bahwa dia menyukaiku.

 Read More
 “Andre, tolong anterin aku pulang ya? “ pintaku.
 “Iya, aku pasti akan mengantarkanmu pulang!” (sambil menatapku dan tersenyum).
Aku pun berbalik tersenyum kepadanya. Tak lama kemudian setelah kami saling mengenal, Andre pun mengungkapkan perasaannya kepadaku bahwa sebenarnya dia “Mencintaiku”, aku pun hanya terdiam dan terkejut mendengar perkataannya. Setelah kejadian itu aku selalu teringat akan kata-kata Andre. Akhirnya aku memutuskan untuk menerima dia untuk menjadi kekasihku.
*****
Pada saat ku ulangtahun,  ia memberikan kado yang sangat special untukku. Aku senang memiliki kekasih yang sangat perhatian kepadaku. Andre mulai memperkenalkanku kepada keluarganya dan tak butuh waktu lama aku sudah berbaur dengan keluarganya.
*****
            Hari-hari yang ku lalui sangat indah sejak kehadiran Andre di hidupku. Namun semua itu berubah menjadi sebuah kenyataan pahit yang harus ku terima. Suatu hari, aku mendengar kabar kalau Andre sedang bersamawanita lain. Hatiku bertanya-tanya apakah kabar itu benar? Tapi aku berusaha mencari kebenaran dari kabar itu. Setelah beberapa minggu kemudian, ternyata kabar itu memang benar. Aku melihat sendiri kalau Andre berjalan dan bermesraan dengan wanita lain. Wanita itu Nampak tak asing bagiku, ia ternyata temanku saat SMA dulu. Tanpa sadar airmataku pun terjatuh dari sudut mataku.
Andre pernah mengatakan kalau cintanya hanya untukku, ternyata semua itu hanyalah kebohongan semata. Mungkin karena besarnya cintaku padanya, aku jatuh sakit karena terlalu memikirkannya yang tega menghianati cintaku. Perbuatann ya itu telah menghancurkan kepercayaanku. Ku mencoba melupakan rasa sakit ini dan menghilangkan Andre dari pikiranku. Namun pada suatu hari Andre datang menemuiku lagi. Awalnya aku tak ingin berbicara dengannya, namun ia selalu memaksa. Kedatangannya hari itu ingin menjelaskan tentang wanita tersebut. Dengan wajah serius, ia pun menjelaskan semuanya dari awal. Ternyata Andre mendekati wanita itu karena merasa kasihan akan penyakit yang diderita oleh wanita itu. Pada mulanya aku pun merasa hal yang demikian. Akan tetapi perbuatannya itu tak bias mengembalikkan kepingan hatiku yang telah hancur. Meskipun ia bersikeras untuk melanjutkan hubungan ini, tapi ku lebih memilih untuk merelakan dia bersama wanita tersebut.
*****
Hari-hari ku lalui seperti biasanya. Kadang aku berjumpa dengan Andre di kampus,  namun rasa sayangku yang dulu kini telah tiada. Memang seperti kata orang, sangatlah susah untuk melupakan cinta pertama. Mungkin mereka tak bisa melupakannya, karena memiliki pengalaman yang indah.Tak seperti diriku yang harus memulai petualangan cintaku dengan rasa sakit.
Semenjak kejadian itu, aku sering meluangkan waktuku di perpustakaan.Aku lebih memilih tenggelam didalam buku-buku yang ku baca daripada harus mengingat rasa sakit itu lagi. Aku yakin Yang Maha Kuasa telah mempersiapkan jodoh yang sempurna buatku. Aku hanya harus menunggu kapan ia menghampiri kehidupanku. Ternyata tak butuh waktu lama, Allah telah mengirimkan ia dihadapanku. Saat itu aku duduk sambil membaca buku berjudul “Sosiologi Komunikasi Massa” tanpa ku sadari ternyata dari meja seberang sesosok pria berbaju Biru kotak dengan jeans senada tengah memperhatikanku dari sudut bukunya. Awalnya aku berpikir “Apakah ada yang aneh dengan dengan penampilankuhariini?”.
Lalu kuturunkan mataku untuk memperhatikan pakaian yang ku gunakan hari ini, “Kayaknya nggak ada yang aneh dengan penampilanku” bisik ku dalam hati. Kuputuskan untuk tak menghiraukannya, ternyata tindakanku itu membuat dia berdiri dari tempat duduknya dan menghampiriku. Sepatah kata yang keluar dari mulutnya merupakan awal dari kisah cintaku  yang  baru. Ia berkata “Hai, boleh kenalan?”.

Aku  percaya pelangi selalu muncul setelah hujan.

Komentar