Cintai
apapun yang ada didunia ini dengan sewajarnya, karena apapun yang ada di dunia
tak ada yang abadi. Semua yang ada di dunia ini hanyalah titipin yang di
berikan oleh Allah S.W.T kepada kita. Begitulah sebait kata pepatah yang selalu
aku ingat ketika sebuah masalah maupun musibah menimpa keluargaku. Hari ini
tepat pukul 19.30, aku duduk sendirian di bawah pohon kelapa ditepi pantai
karena rumahku hanya berjarak 50 meter dari pantai. Angin pantai membuatku
semakin nyaman berada di tempat ini, sendiri dalam keheningan malam bersama
bintang-bintang yang bertebaran di langit dengan sinarnya yang indah. Ku
memutar kembali lagu itu, lagu yang selalu di nyanyikan oleh Kakekku saat ku
mengadu kepadanya kalau ada masalah di rumah. Hanya beliaulah yang dapat
mengerti perasaanku, orang yang selalu setia mendengarkan segala keluh kesahku.
Tapi,, kini orang itu tidak ada lagi sejak 2 tahun lalu. Saat itu tepat
ulangtahunku yang ke 18 tahun. Disaat orang-orang tengah merayakan pesta
ulangtahunku yang cukup meriah, tak ada yang menyangka kalau saat itu lah hari
terakhir Kakekku di dunia ini. Kebahagiaan saat itu berubah menjadi kesedihan
yang sangat memilukan bagi keluargaku, orang yang selalu mmenghiburku, bercanda
tawa denganku tiap hari dan selalu mendengarkan curahan hatiku kini telah pergi
bersama kenangan indah bersamanya. Aku merindukanmu kek, aku sangat-sangat
merindukanmu. Tak sadar airmataku pun mengalir, mengingat semua kenangan-kenangan
itu. Maafkan aku Kek, jika ku selalu membuatmu repot dan kadang membuatmu bosan
karena harus mendengarkan curahan hatiku. Kek, sekarang aku benar-benar sangat
kesepian karena tak ada lagi orang yang sepertimu, orang yang mampu membuatku
tersenyum ketika Ayah dan Bunda berkelahi di rumah. Mereka selalu sibuk dengan
pekerjaannya masing-masing Kek, aku rindu kasih sayangmu, kenapa Kakek pergi
secepat itu?? Aku tidak siap kek menerima kenyataan ini, harus kehilangan Kakek
yang sangat aku sayangi dan cintai sepertimu. Kakek, aku juga minta maaf,
jikalau selama ini Via banyak berbuat dosa sama Kakek, Via kadang tak mendengar
nasihat dari Kakek, waktu itu Kakek bilang “Via, jangan laju-laju bawa
motornya. Pelan-pelan saja, asalkan selamat sampai tujuan” kata Kakek. Tapi,
saat itu Via tidak mendengar perkataan Kakek. Akhirnya Via kecelakaan saat
menuju ke kampus. Saat itu juga via sadar, kalau perkataan Kakek itu benar dan
semuanya untuk kebaikan Via. Kakek, ku selalu mendoakanmu di setiap sujudku. Ku
memohon kepada Allah S.W.T, agar nanti ku bisa bertemu denganmu lagi di akhirat
kelak. Kakek, jangan khawatir di surge sana yah.. Via sudah janji, kalau via
akan jadi anak yang baik sesuai harapannya Kakek.
Komentar
jangan terlalu larut dalam kesedihan jika orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita :)
Sabar dan ikhlas.