Ku merindukan Kakek !!



Cintai apapun yang ada didunia ini dengan sewajarnya, karena apapun yang ada di dunia tak ada yang abadi. Semua yang ada di dunia ini hanyalah titipin yang di berikan oleh Allah S.W.T kepada kita. Begitulah sebait kata pepatah yang selalu aku ingat ketika sebuah masalah maupun musibah menimpa keluargaku. Hari ini tepat pukul 19.30, aku duduk sendirian di bawah pohon kelapa ditepi pantai karena rumahku hanya berjarak 50 meter dari pantai. Angin pantai membuatku semakin nyaman berada di tempat ini, sendiri dalam keheningan malam bersama bintang-bintang yang bertebaran di langit dengan sinarnya yang indah. Ku memutar kembali lagu itu, lagu yang selalu di nyanyikan oleh Kakekku saat ku mengadu kepadanya kalau ada masalah di rumah. Hanya beliaulah yang dapat mengerti perasaanku, orang yang selalu setia mendengarkan segala keluh kesahku. Tapi,, kini orang itu tidak ada lagi sejak 2 tahun lalu. Saat itu tepat ulangtahunku yang ke 18 tahun. Disaat orang-orang tengah merayakan pesta ulangtahunku yang cukup meriah, tak ada yang menyangka kalau saat itu lah hari terakhir Kakekku di dunia ini. Kebahagiaan saat itu berubah menjadi kesedihan yang sangat memilukan bagi keluargaku, orang yang selalu mmenghiburku, bercanda tawa denganku tiap hari dan selalu mendengarkan curahan hatiku kini telah pergi bersama kenangan indah bersamanya. Aku merindukanmu kek, aku sangat-sangat merindukanmu. Tak sadar airmataku pun mengalir, mengingat semua kenangan-kenangan itu. Maafkan aku Kek, jika ku selalu membuatmu repot dan kadang membuatmu bosan karena harus mendengarkan curahan hatiku. Kek, sekarang aku benar-benar sangat kesepian karena tak ada lagi orang yang sepertimu, orang yang mampu membuatku tersenyum ketika Ayah dan Bunda berkelahi di rumah. Mereka selalu sibuk dengan pekerjaannya masing-masing Kek, aku rindu kasih sayangmu, kenapa Kakek pergi secepat itu?? Aku tidak siap kek menerima kenyataan ini, harus kehilangan Kakek yang sangat aku sayangi dan cintai sepertimu. Kakek, aku juga minta maaf, jikalau selama ini Via banyak berbuat dosa sama Kakek, Via kadang tak mendengar nasihat dari Kakek, waktu itu Kakek bilang “Via, jangan laju-laju bawa motornya. Pelan-pelan saja, asalkan selamat sampai tujuan” kata Kakek. Tapi, saat itu Via tidak mendengar perkataan Kakek. Akhirnya Via kecelakaan saat menuju ke kampus. Saat itu juga via sadar, kalau perkataan Kakek itu benar dan semuanya untuk kebaikan Via. Kakek, ku selalu mendoakanmu di setiap sujudku. Ku memohon kepada Allah S.W.T, agar nanti ku bisa bertemu denganmu lagi di akhirat kelak. Kakek, jangan khawatir di surge sana yah.. Via sudah janji, kalau via akan jadi anak yang baik sesuai harapannya Kakek.  

Komentar

Unknown mengatakan…
begitulh kak sebuah kehidupann sya juga belum lama ini mengalaminya sma seperti yng kk rasakan
My Story mengatakan…
:) hmm iyaah :)

jangan terlalu larut dalam kesedihan jika orang yang kita sayangi pergi meninggalkan kita :)
Sabar dan ikhlas.